Meninggal Di Tanah Suci Mekkah
Meninggal di Tanah Suci Mekkah

Bagi jemaah haji, meninggal di Tanah Suci Mekkah merupakan suatu kemuliaan. Di tahun 2019 lalu, sebelum masa pandemi, angka kematian Jemaah Indonesia mencapai 341 orang, yang melebihi tahun sebelumnya.

Mungkin banyak diantara Anda yang bertanya, bagaimana dengan prosedur pemakamannya? Apakah jenazah akan ditinggalkan disana, atau dibawa ke negara asalnya?

Untuk menjawab rasa penasaran Anda, berikut kami jelaskan bagaimana prosedur pemakaman Jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci.

Meninggal Di Tanah Suci Mekkah
Suasana di Pemakaman Baqi sebelah Masjid Nabawi, Madinah. Jemaah haji Indonesia yang wafat di Madinah akan dimakamkan di Pemakaman Baqi. (sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Prosedur Meninggal di Tanah Suci

Tanah Suci merupakan tempat ibadah seluruh umat muslim. Saat musim haji, seluruh umat muslim di dunia berlomba-lomba untuk menunaikan ibadah haji dalam rangka bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tak sedikit orang ditakdirkan berpulang di Tanah Suci, bahkan setiap harinya ada puluhan hingga ratusan orang yang meninggal disana. Bagi jemaah Indonesia yang meninggal di Tanah Suci, berikut adalah prosedurnya.

1. Menerbitkan Certificate of Death (COD)

Dalam rangka memberitahu keluarga yang ditinggalkan, hal pertama yang dilakukan adalah melengkapi administratif keterangan kematian.

Untuk mendapatkan surat keterangan ini, jenazah akan diperiksa oleh tim kesehatan Arab Saudi untuk memastikan bahwa jamaah tersebut sudah meninggal.

Kemudian tim kesehatan nantinya akan memberitahu pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia untuk mengurus Certificate of Dead (COD).

Sertifikat keterangan kematian tersebut diperlukan untuk melengkapi administratif, yang nantinya akan diserahkan kepada keluarga Jemaah yang ditinggalkan.

Untuk seluruh jamaah Indonesia yang meninggal di Tanah Suci umumnya harus dimakamkan di Tanah Suci, baik di Mekkah maupun di Madinah. Selain mempermudah proses pemakaman, disana juga akan banyak orang yang mendoakan.

2. Proses Pemakaman Jenazah

Prosedur selanjutnya adalah memakamkan jenazah, namun sebelum benar-benar dimakamkan, jenazah dimandikan terlebih dahulu oleh pihak setempat yang biasa mengurus jamaah haji yang meninggal.

Setelah dimandikan, jenazah akan disholatkan oleh Jemaah haji setelah jadwal sholat wajib. Inilah mengapa, orang yang meninggal di Tanah Suci memiliki keistimewaan sendiri, yakni di sholatkan dengan orang-orang yang mulia.

Jamaah yang meninggal di Mekkah dikuburkan di Soraya, sementara jenazah yang meninggal di Madinah, akan dikuburkan di Baqi, kedua tempat tersebut memang dikhususkan bagi jamaah yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji.

Pemakamannya pun sangat sederhana, tidak menggunakan nisan, melainkan hanya disematkan batu saja yang dijadikan sebagai penanda.

3. Keberlanjutan Ibadah Jamaah yang Telah Meninggal

Pasti Anda penasaran, bagaimana dengan kelanjutan ibadah haji dari seseorang yang telah meninggal?

Biasanya hal ini dilanjutkan ke prosesi peribadatan jamaah, melalui badal haji yang dipersiapkan oleh Kementrian Agama Indonesia.

Badal haji adalah melaksanakan ibadah haji dengan atas nama orang lain yang telah meninggal maupun masih hidup.

Setiap musim haji pemerintah selalu mengumpulkan orang untuk dipersiapkan melaksanakan badal haji.

Untuk melakukan badal haji, orang yang mewakilkan tersebut diwajibkan telah melaksanakan kewajiban haji atau pernah berhaji untuk dirinya sendiri.

Namun hal ini hanya dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, yaitu seseorang yang meninggal, sakit, atau gangguan jiwa.

Keutamaan Meninggal di Tanah Suci

Meninggal di Tanah Suci adalah impian sebagian umat muslim, pasalnya orang yang meninggal di sana akan mendapatkan berbagai keutamaan yang dirahmati oleh Allah SWT. Simak apa saja keutamaan berpulang di Tanah Suci berikut ini.

1. Termasuk dalam Mati Syahid

Meninggal di Tanah Suci, termasuk mati syahid, yang artinya meninggal ketika sedang berada di jalan Allah SWT.

Namun meninggal saat melaksanakan haji bukanlah meninggal yang disengaja seperti membuat dirinya sakit atau bunuh diri, tetapi memang karena takdir Allah.

Nabi SAW pernah bersabda bahwa “Barang siapa yang meninggal dalam perjalanan haji, maka ia adalah orang yang mati di jalan Allah”. Jadi sudah jelas bukan? Bahwa Jemaah haji yang meninggal adalah orang yang mati syahid.

2. Mendapatkan Keistimewaan

Orang yang meninggal saat melaksanakan haji akan mendapatkan keistimewaan yang dijanjikan oleh Allah SWT yaitu, diampuni dosa-dosanya, dilindungi atau diringankan siksa kuburnya, mendapatkan surga untuknya, diberikan syafaat untuk 70 orang kerabatnya, hingga dinikahi oleh bidadari surga.

3. Pada Hari Kiamat, Dibangkitkan dalam Keadaan Bertauhid

Jamaah yang meninggal di Tanah Suci akan dibangkitkan lagi di hari kiamat dalam keadaan bertauhid atau bertalbiyah. Hal ini didasari dengan sabda Nabi SAW ketika melihat seseorang yang di injak lehernya oleh hewan tunggangannya.

Beliau berkata ‘Mandikan ia dengan air yang telah dicampur daun bidara, lalu kafani dengan 2 potong kain yang tidak diberi wewangian. Namun jangan ditutup wajahnya, karena ia akan dibangkitkan di hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah’

4. Mendapatkan Pahala Haji

Pahala hajinya akan terus mengalir meskipun jamaah tersebut belum menyelesaikan sepenuhnya. Nabi SAW pernah bersabda ‘Barang siapa yang keluar untuk umroh/haji kemudian meninggal dunia, maka ditulis untuknya pahala umrah/haji hingga di hari kiamat, dan barang siapa yang keluar untuk berjihad lalu meninggal, maka ditulis juga untuknya pahala jihad sampai hari kiamat.

Bisakah Jemaah Haji yang Meninggal Dibawa Pulang?

Jawabannya adalah bisa, walaupun sebenarnya jarang ada kasus seperti ini, rata-rata keluarga jenazah akan mengikhlaskan kepulangan keluarganya untuk dimakamkan di Tanah Suci.

Pasalnya, jenazah yang dibawa pulang ke negaranya, memerlukan biaya yang tidak sedikit, serta harus mengurus surat permintaan dari ahli waris yang nantinya akan diteruskan ke pihak otoritas Arab Saudi.

Namun, pada umumnya, pemerintahan Arab Saudi sangat mewajibkan jenazah untuk dikuburkan di Arab Saudinya saja, karena dikhawatirkan jarak tempuh yang jauh sehingga merusak kondisi tubuh jenazah.

Lagipula, meninggal di Tanah Suci hanyalah bagi orang-orang terpilih saja, jadi tak ada salahnya mengikhlaskan jenazah untuk dikuburkan di sana, sehingga ia dapat didoakan setiap hari oleh Jemaah lain.

San Diego Hills, Pemakaman untuk Keluarga Muslim

San Diego Hills adalah pemakaman modern dan mewah yang terletak di daerah Karawang. Pemakaman ini, berkonsep elegan Forest lawn, dengan kebudayaan Indonesia.

Walaupun dapat digunakan untuk agama lain seperti Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu, namun San Diego Hills tetap memprioritaskan agama Muslim, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.

San Diego Hills menyediakan area yang bernuansa Islami dengan ketentuan syariah-syariah islam.

Konsep pemakaman Muslim di San Diego Hills mengusung konsep dari 5 rukun islam yaitu syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji yang dinamakan Five Pillars Garden dengan luas area sebesar 25 hektar.

  • Unity Garden, merujuk pada rukun islam syahadat, dapat terlihat dari jalan nya yang berbentuk spiral di perbukitan sehingga mengartikan satu kesatuan alam semesta, dengan kekuasaan Allah SWT.
  • Prayer Garden, merujuk pada rukun islam shalat, terdapat 3 mansion yakni Midday Mansion, Before Dawn Mansion, dan Guiding Light Mansion. Terlihat desain yang terinspirasi dari kewajiban umat muslim untuk mendirikan sholat 5 waktu.
  • Fasting Garden, merujuk pada rukun islam puasa, desain lanskap yang berdampingan dengan tanaman gersang dan tanaman subur. Hal ini dimaknai, bahwa puasa adalah kesederhanaan.
  • Benefaction Garden, merujuk pada rukun islam zakat yang memiliki 2 mansion yakni Charity Manision dan Fitrah Mansion. Di desain dengan keberadaan air terjun yang mengalir sehingga memaknai kata “berbagi” selayaknya melaksanakan zakat.
  • Pilgrimage Garden, merujuk pada rukun islam haji, di desain dengan lanskap tanaman gersang. Diartikan sebagai perjalanan yang menempuh gurun pasir. Terdapat Pilgrimage Pavilion bersimbol ‘Oasis’ ketika perjalanan haji.

Jika Anda tertarik untuk membeli slot kavling dan ingin memakamkan saudara atau kerabat di San Diego Hills, segeralah hubungi kami Official  Marketing San Diego Hills, atas nama Iwan Setiawan di nomor  0812.1350.8200  (WhatsApp Available)

Demikian pembahasan yang dapat kami sampaikan. Semoga penjelasan serta pembahasan diatas dapat membantu menjawab pertanyaan Anda mengenai prosedur meninggal di Tanah Suci.

Sumber :

  • https://www.liputan6.com/islami/read/5320947/data-terkini-jemaah-indonesia-meninggal-di-tanah-suci-saat-ibadah-haji-2023
  • https://news.detik.com/berita/d-4680582/ini-lokasi-pemakaman-jemaah-haji-ri-yang-wafat-di-tanah-suci
  • https://nasional.okezone.com/read/2017/09/15/337/1776890/meninggal-di-tanah-suci-bagaimana-prosedur-pemakamannya
  • https://kemenag.go.id/read/bagaimana-prosedur-pengurusan-jenazah-jemaah-haji-di-tanah-suci-rbk8d
  • https://www.republika.co.id/berita/pvv27v282/keutamaan-meninggal-di-tanah-suci-menikahi-bidadari-surga#:~:text=Tidak%20sedikit%20keutamaan%20bagi%20jamaah,jalan%20Allah%20(HR%20Muslim).&text=Keempat%2C%20pahala%20hajinya%20ditulis%20hingga%20hari%20kiamat.
  • https://tirto.id/bisakah-haji-yang-wafat-di-mekah-seperti-mbah-maimun-dipulangkan-efSE